Senin, 24 Oktober 2016

Cegah, Obati dan Lawan Diabetes




Hampir tiga tahun yang lalu, sekitar bulan April 2014, saya kehilangan ibu mertua. Beberapa waktu sebelumnya, ayah kandung dan ayah mertua telah mendahului. Meski tetap merasakan kesedihan yang sama saat ditinggal selamanya oleh orang yang dikasihi, kepergian mertua memberikan peringatan keras buat saya dan keluarga. Beliau meninggal setelah berjuang keras melawan diabetes selama lebih dari lima tahun lamanya. Berdasarkan informasi dokter, penyakit diabetes bisa menyerang seseorang karena faktor genetis, berarti kami sekeluarga beresiko terkena diabetes. Apalagi melihat fakta bahwa saudara kami yang lain banyak mengidap diabetes dalam satu keluarga besar, kebanyakan masih berhubungan darah atau saudara kandung. Kematian memang takdir Yang Kuasa, tapi setidaknya saya dan keluarga berusaha untuk mencegah agar tidak terkena diabetes, salah satu penyakit mematikan di Indonesia bahkan di dunia.

Tak ingin salah informasi, saya berusaha mencari banyak keterangan seputar diabetes. Bahwa diabetes terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah di atas batas normal, saya yakin semua orang sudah mengetahuinya. Itulah yang dinamakan diabetes biasa. Adalagi yang disebut dengan diabetes tipe 2 yaitu diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah.

Yang perlu diwaspadai adalah data dari Federasi Diabetes Internasional yang menyebutkan bahwa penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (data tahun 2015). Namun, hanya sekitar separuh dari mereka yang menyadari kondisinya. Selebihnya, mereka tetap menjalani kehidupan tanpa sadar bahwa bahaya diabetes sudah di depan mata. Hasil penelitian Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) dari Kementrian Kesehatan Indonesia pada tahun 2013, sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun menderita diabetes tipe 2. Ini berarti 6,9 persen dari total penduduk usia di atas 15 tahun. Tapi hanya 26 persen saja yang sudah terdiagnosis, sedangkan sisanya tidak menyadari dirinya sebagai penderita diabetes tipe 2. Nah, data – data ini menyebutkan bahwa sebagian besar kita kurang peduli dengan ancaman diabetes sehingga tidak menyadari keberadaannya. Setidaknya, saya dan keluarga telah menyadari ancaman tersembunyi diabetes ini dan berusaha untuk mencegahnya.

Gejala Diabetes
Untuk bisa mencegah, tentu kami harus mengenali lebih jauh tentang diabetes ini. Sebelum benar – benar divonis mengidap diabetes, ada beberapa gejala yang selalu ada di dalam diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Di antaranya, sering buang air kecil (terutama di malam hari), sering merasa haus, rasa lapar yang bertambah sering. Gejala lain yang bisa juga muncul pada diabetes tipe 2, antara lain: kelelahan, berkurangnya massa otot, turunnya berat badan, luka yang lambat sembuh atau sering mengalami infeksi, dan pandangan yang kabur. Jika merasakan gejala – gejala tersebut, ada baiknya kita segera berkonsultasi kepada dokter sehingga diagnosis serta pengobatan dini dapat dilakukan. Karena gejala yang sama kadang disebabkan oleh penyakit yang berbeda. Sering buang air, kadang karena terkena infeksi saluran kemih. Sering merasa lapar, karena memang kurang makan, asupan kalori dan gizi masih kurang. Kelelahan, mungkin karena kita terlalu giat bekerja. Luka yang lambat sembuh bisa jadi terkena TBC kulit, seperti yang dialami oleh almarhum ayah saya. Jadi, segeralah ke dokter bila ada gejala – gejala tersebut ya. Biar diagnosanya tepat dan penanganan juga tepat.

Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Tinggi?

Kadar gula darah Anda dikatakan terlalu tinggi jika melebihi angka 200 mg/dL. Dalam ilmu medis, kadar gula darah terlalu tinggi disebut hiperglikemia. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Insulin berfungsi menyebarkan gula dalam darah ke seluruh sel-sel tubuh agar bisa diproses menjadi energi. Kebanyakan kondisi ini dialami oleh penderita diabetes yang tidak bisa menjalani gaya hidup sehat, misalnya terlalu banyak makan, kurang berolahraga, atau lupa mengonsumsi obat diabetes atau insulin.
Orang normal yang tidak menderita diabetes juga bisa terkena hiperglikemia, terutama jika dia sedang menderita sakit berat. Tanda-tanda kadar gula darah terlalu tinggi adalah badan terasa lelah, nafsu makan menggila, bobot tubuh berkurang, sering merasa haus, dan sering buang air kecil.
Jika kadar gula darah kita melebihi 350 mg/dL, gejala yang akan dirasakan seperti perasaan mudah gelisah, tingkat kesadaran menurun, sangat kehausan, penglihatan tidak jelas, dan pusing. Perubahan pada kondisi kulit juga dapat terlihat, seperti memerah, kering, dan terasa panas. Selain menderita hal-hal tersebut, kadar gula darah terlalu tinggi, terutama yang tidak pernah mendapat pengobatan, juga bisa menyebabkan bahaya serius seperti ketoasidosis diabetik atau sindrom diabetes hiperosmolar. Selain itu, juga bisa mengalami infeksi pada gigi dan gusi, masalah kulit, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, dan penyakit kardiovaskular.

Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Rendah?

Gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah Anda berada di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini juga umum terjadi pada penderita diabetes. Efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk mengobati diabetes bisa menurunkan kadar gula darah secara berlebihan. Insulin pada penderita diabetes umumnya tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penderita diabetes diharuskan mengonsumsi insulin atau obat-obatan yang bisa menurunkan kadar gula darah. Sayangnya, karena dikonsumsi terlalu banyak, insulin atau obat anti-diabetes bisa membuat gula darah turun drastis. Hipoglikemia akan cepat terjadi jika insulin atau obat anti-diabetes tidak diiringi oleh asupan makanan yang cukup atau justru tidak makan sama sekali. Olahraga yang berlebihan juga bisa memicu kondisi ini.
Kondisi ini juga bisa dialami oleh kalangan yang bukan penderita diabetes. Beberapa penyebab yang mungkin memicu hipoglikemia, antara lain:
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Mengidap penyakit kritis tertentu, seperti hepatitis, anoreksia nervosa, atau tumor langka pada pankreas.
  • Kekurangan hormon tertentu.
  • Mengonsumsi obat anti-diabetes milik orang lain atau obat seperti quinine.
Jika kadar gula darah kita rendah, tubuh akan lemas dan tidak bertenaga. Tanda-tanda yang bisa dirasakan adalah kulit berubah pucat, berkeringat, kelaparan, kelelahan, jantung berdebar, kesemutan di area mulut, gelisah, dan mudah marah . Dampak yang akan Anda alami ketika kadar gula darah terlalu rendah (di bawah 40 mg/dL), antara lain: Bicara yang melantur, Sulit untuk berkonsentrasi, Tidak mampu berdiri atau berjalan, Otot berkedut, Kejang, Stroke, Koma, bahkan Meninggal.


Faktor Pemicu Diabetes
Akibat pola hidup yang tidak sehat, penyakit diabetes kini bisa menjangkiti semua kalangan tanpa memandang batas usia, dari anak – anak hingga yang sudah lanjut usia. Penyakit diabetes sendiri merupakan penyebab kematian nomor 6 di dunia. Bahkan diperkirakan sebanyak 1,3 juta orang meninggal akibat penyakit ini. 4% di antaranya meninggal sebelum usia 70 tahun. Karenanya, dengan memahami faktor pemicunya, kita akan lebih mudah menghindari terkena diabetes.

Ada beberapa hal yang konon akan meningkatkan resiko kita terkena diabetes. Pertama, pengaruh faktor keturunan, hal yang tidak bisa kami tolak karena ini sudah takdir Ilahi. Memiliki anggota keluarga (terutama keluarga inti seperti ayah, ibu, dan saudara kandung) yang menderita diabetes akan meningkatkan risiko kita. Risiko bagi anak-anak dengan ayah atau ibu penderita diabetes tipe 2 juga sepertiga lebih tinggi untuk terkena diabetes.

Kedua, pola makan yang tidak sehat. Misalnya, terlalu banyak makan dan minum yang manis. Saya sendiri jarang minum teh manis, mungkin seminggu hanya 2 – 3 gelas. Anak – anak minum susu formula 2 kali sehari, kadang ya tidak sama sekali. Mereka kurang suka minum susu. Suami minum kopi dua kali sehari, kadang ya cuma sekali. Air putih lebih cepat habis di rumah kami. Dan saya jarang menyediakan minuman manis seperti sirup. Roti dan kue manis lebih banyak dinikmati anak – anak dalam porsi yang tidak banyak. Semua suka makan buah. Selain itu, kami sekeluarga juga tidak minum minuman bersoda. Kandungan gula dalam minuman soda relatif tinggi sehingga akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Selain itu, minuman bersoda juga mengandung jenis kalori cair yang tidak akan menghilangkan rasa haus. Asupan kalori cair tersebut justru akan merangsang kita untuk mengkonsumsi lebih banyak minuman bersoda.  

Konsumsi makan gorengan juga kami kurangi. Hanya masih sulit meninggalkan lauk yang digoreng, seperti telur, tahu, tempe, dan krupuk. Padahal, selain memicu obesitas dan diabetes, mengkonsumsi banyak gorengan juga bisa memicu naiknya kadar kolesterol dalam darah serta memicu gangguan jantung. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya, agar bisa menyediakan makanan sehat untuk keluarga tanpa harus menggunakan minyak goreng

Selanjutnya, pola hidup yang tidak sehat. Saya bersyukur, suami bukan perokok, kami tinggal di lingkungan desa yang antar rumah masih berjarak. Jadi asap rokok lumayan bisa dihindari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika, kebiasaan merokok dapat meningkatkan resiko untuk terkena diabetes sebesar 22%. Mengurangi rokok tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Untuk mencegah diabetes, langkah paling efektif adalah dengan benar-benar berhenti merokok. Bagi yang masih merokok, jika anda tidak peduli kesehatan diri sendiri, ingatlah anak dan pasangan hidup di rumah butuh udara bersih untuk hidup. Demikian pula tetangga dan orang – orang lain. Jadi, berhentilah merokok! Nggak ngeri lihat gambar – gambar menyeramkan akibat merokok di bungkus rokok! Terlebih, merokok itu merugikan dirimu dan orang di sekitarmu. Camkan itu…

Kebiasaan sarapan di pagi hari ternyata bisa mempengaruhi kesehatan kita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang jarang sarapan akan lebih rentan untuk terkena penyakit diabetes dibandingkan orang-orang yang sering sarapan. Alasannya, seseorang yang tidak pernah sarapan cenderung akan mengkonsumsi lebih banyak makanan pada siang hari. Hal tersebut akan semakin beresiko ketika makanan yang dikonsumsi pada siang hari mengandung banyak karbohidrat sederhana. Makanya, anak – anak sebelum berangkat sekolah dan suami yang akan pergi ke tempat kerja, saya usahakan untuk sarapan di rumah. Meskipun waktu mepet dan dikejar jam, tetap sarapan meskipun sedikit. Jadi, sarapan pagi itu menyehatkan ya. Kecuali yang sedang berpuasa, sarapannya diajukan lebih cepat pas waktu sahur.

Berat badan juga perlu diperhatikan. Risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi pada orang yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Mengukur pinggang untuk mengecek tumpukan lemak di bagian ini adalah cara tercepat untuk mengukur risiko diabetes Anda. Yang berisiko lebih tinggi adalah wanita dengan ukuran pinggang 80 cm atau lebih serta pria Asia dengan ukuran pinggang 90 cm atau lebih. Lagi – lagi saya bersyukur, kami sekeluarga memiliki potongan tubuh, meski tidak proporsional macam model terkenal, tapi cukup sehat alias tidak gendut.

Untuk menghindari obesitas, kita memang perlu beraktifitas fisik. Ibu rumah tangga tanpa asisten seperti saya, sudah pasti fisik sangat aktif. Anak – anak juga lebih suka main di luar, berlarian dan bersepeda bersama teman, daripada main gadget atau nonton televisi di rumah. Pegang hape atau laptop, mungkin hanya sebentar saja, nggak lebih dari satu jam. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Suatu penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berjalan kaki setiap hari akan menurunkan resiko untuk terkena diabetes hingga 30%. Yang harus kita perhatikan, aktif bergerak akan menurunkan kadar gula dalam darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin. Jadi, jangan malas bergerak ya. 

Tahukah anda? Ternyata jumlah jam tidur bisa mempengaruhi kesehatan lho. Pakar kesehatan sepakat bahwa kebutuhan istirahat kita tidur setidaknya 6 sampai 8 jam per hari. Kurang tidur akan menyebabkan proses metabolisme tubuh terganggu. Selain itu, kurang tidur juga akan merangsang rasa lapar sehingga menyebabkan kita ingin mengkonsumsi lebih banyak makanan. Akibatnya, kadar gula darah akan mengalami peningkatan. Untuk itu, penuhilah kebutuhan istirahat kita agar tidak terkena diabetes. Ingat pesan Bang Rhoma, Jangan Begadang, Begadang Boleh Saja Asal Ada Perlunya.

Diabetes juga bisa dialami oleh ibu hamil dan biasanya dikenal dengan istilah diabetes gestasional. Ini terjadi karena wanita yang hamil terkadang memiliki kadar gula darah yang melebihi normal tapi masih belum termasuk kadar gula pada diabetes, namun insulin juga tidak bisa mengendalikannya. Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan pada ibu serta janin. Karena itu, sangat penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya. Tolong ya, bagi ibu – ibu hamil, atau yang istrinya / saudaranya sedang hamil, catatan itu perlu diperhatikan.

Setiap orang punya beban hidup yang berbeda. Cobalah untuk berdamai dengan semua kerumitan hidup. Jangan sampai stress, kalau nggak ingin diabetes menyapa kita. Perlu anda tahu, stres ternyata dapat meningkatkan resiko untuk terkena diabetes. Ketika stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epineprhine dan kortisol. Kedua hormon tersebut berguna untuk meningkatkan kadar gula darah dan juga untuk menyediakan cadangan energi bagi tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas. Sebenarnya, kondisi tersebut dirancang sedemikian rupa untuk menjaga kondisi tubuh. Namun, kadar gula yang terus dipacu secara langsung akan meningkatkan resiko untuk terkena diabetes. Karena itu, hindarilah stres dalam bentuk apapun. Jika stres tidak dapat Anda hindari, Anda harus bisa mengelola stres itu dengan baik, seperti dengan relaksasi, refreshing, atau sekedar mendengarkan musik kesukaan di sela-sela aktivitas. Nah, buatlah kebahagiaan sendiri, apapun persoalan hidup yang tengah kita hadapi. Dan, tidak ada yang lebih menenangkan hati selain mendekat kepada Sang Pemilik Hati.

Pengobatan Diabetes
Meski diabetes tidak bisa disembuhkan, diagnosis dini sangat penting agar diabetes dapat segera ditangani. Pendeteksian dini memungkinkan kadar gula darah penderita diabetes untuk dikendalikan.
Tujuan pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan keseimbangan kadar gula darah dan mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Mengubah gaya hidup juga bisa mengendalikan gejala-gejala diabetes tipe 2, misalnya dengan menerapkan pola makan sehat, teratur berolahraga, membatasi konsumsi minuman beralkohol, serta berhenti merokok.
Jenis diabetes ini merupakan penyakit yang progresif. Karena itu, penderita diabetes tipe 2 umumnya akan membutuhkan obat-obatan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya. Diabetes dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi jika diabaikan. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh. 

Saran saya, meskipun ada yang memilih untuk menggunakan obat – obat herbal, dengan berbagai alasan, sebaiknya masih tetap dalam pengawasan dokter. Meskipun obat herbal nampak aman karena tidak mengandung senyawa kimia, pemakaian yang tidak terkontrol bisa saja memberi dampak yang kurang bagus untuk kesehatan penderita diabetes. Nggak usah langsung percaya dengan testimoni pemakai obat herbal karena kondisi badan setiap penderita tidak sama, jadi bisa saja efek obat juga berbeda. Jadi, tetap bijak menggunakan obat herbal ya! Akan lebih baik jika dikonsultasikan ke dokter.


Pengobatan diabetes biasanya berlangsung lama, bahkan seumur hidup, terutama penderita diabetes yang sudah parah. Setiap ada komplikasi akibat diabetes, pasti akan memerlukan pengobatan tersendiri. Tentu saja, pengobatan diabetes memerlukan biaya besar. Jadi, pilihan bijak bila kita menggunakan asuransi kesehatan yang terpercaya sebagai alternatif solusi dana pengobatan.

Komplikasi Diabetes
Berawal dari tingginya kadar gula dalam darah, bisa memicu timbulnya penyakit lainnya. Seperti yang pernah dialami oleh almarhumah ibu mertua saya, harus berhadapan dengan sejumlah gangguan kesehatan yang lain. Dari kaki bengkak sehingga kadang sulit berjalan, penglihatan yang mulai buram hingga pencernaan yang tidak normal. Diabetes bisa menyebabkan kerusakan tubuh secara permanen dan menyebabkan berbagai penyakit kronis lainnya. Berikut ini beberapa akibat dari penyakit diabetes :
1.      Amputasi. Diabetes bisa menyebabkan luka tidak mudah mengering. Oleh sebab itu penderita diabetes tidak boleh luka sedikitpun ketika penyakitnya kambuh. Sebab lukanya tidak akan mudah mengering malah akan terus membusuk dan menyebar. Agar luka tidak menyebar lebih luas, amputasi adalah salah satunya jalan terbaik.
2.      Gangguan Ereksi. Pria dengan penyakit ini akan terkena gangguan ereksi, karena insulin yang tidak bekerja dengan baik mempengaruhi sistem syaraf pada vitalitas pria.
3.      Stroke Dan Kerusakan Syaraf. Pankreas yang memproduksi insulin lebih banyak namun dalam kualitas rendah menyebabkan sel-sel endotel dalam pembuluh darah mengalami kerusakan. Penyebabnya adalah :
o    Kerusakan endotel bisa memicu gumpalan-gumpalan darah bisa menempel pada dinding pembuluh darah.
o    Dari waktu ke waktu gumpalan darah akan menebal sehingga menyebabkan pembuluh darah akan semakin kaku dan juga menyempit.
o    Pembuluh darah yang menyempit dan kaku bisa menyebabkan penyakit stroke dan syaraf menjadi rusak.
o    Penderita diabetes sering mengalami kesemutan atau bahkan mati rasa pada kaki atau tangannya.
o    Kadar gula yang terlalu tinggi akan menyebabkan aliran darah ke otak terganggu. Akibatnya, penderita diabetes akan lebih mudah pikun.
4.      Sakit Jantung. Sama halnya dengan penyebab stroke, diabetes menyebabkan kerusakan endotel yang bisa menyebabkan darah menggumpal dan menempel pada dinding pembuluh darah. Akibatnya pembuluh darah akan kaku dan menyempit. Jika gumpalan darah itu menempel pada pembuluh darah di jantung, akibatnya aliran darah ke jantung akan tersumbat dan menyebabkan penyakit jantung.
5.      Gagal Ginjal. Orang yang sering buang urin setiap malam menandakan bahwa kerja ginjal terganggu. Jika hal tersebut terjadi terus menerus, akibatnya adalah gagal ginjal.
6.      Diabetes akan memicu kerusakan pembuluh darah mikro pada mata sehingga resiko gangguan penglihatan akan meningkat, dari penglihatan buram bahkan kebutaan.
Mengerikan ya! Tetapi, diabetes bukan monster yang sangat menakutkan. Jika kita tahu, waspada dan lebih menjaga kesehatan diri, ancaman diabetes masih bisa diatasi.

Pilah Pilih Makanan Penderita Diabetes
Ingat ya, bagi penderita diabetes, maupun yang beresiko tinggi terkena diabetes, mesti mulai menjaga asupan makanan. Ini sangat penting diperhatikan karena sistem metabolisme tubuhnya sudah sedikit berbeda dengan yang masih sehat. Jangan meniru tetangga saya, penderita diabetes akut, dengan kadar gula darah pernah mencapai lebih dari 500, tapi tetap saja bebas makan apapun yang disukai, pahit manis asem, semuanya. Katanya, hidup kok nggak boleh makan enak. Kalau saatnya mati, ya nanti bakal mati, nggak usah dipikir. Waduh, geleng – geleng saya.

Bagi yang mengidap diabetes biasanya akan diberi terapi melalui pola makan teratur atau disebut terapi nutrisi medis. Terapi ini dimaksudkan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi, rendah lemak dan kalori sehingga bisa mengontrol kadar gula darah. Coba simak beberapa peringatan dan anjuran pakar kesehatan berikut agar kita tetap bisa sehat meski ada ancaman diabetes.

Satu, menentukan makanan yang tepat contoh pilihan makanan untuk penderita diabetes. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kadar gula darah agar tidak jauh dari batas normal. Berikut beberapa jenis makanan yang diperbolehkan untuk dinikmati oleh para penderita diabetes.
a)      Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang panggang, oatmeal, roti dan sereal dari biji-bijian utuh.
b)      Daging tanpa lemak yang dikukus, direbus, dipanggang, dan dibakar.
c)      Sayur-sayuran yang diproses dengan cara direbus, dikukus, dipanggang atau dikonsumsi mentah. Sayuran yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes di antaranya brokoli dan bayam.
d)     Buah-buahan segar.Jika Anda ingin menjadikannya jus, sebaiknya jangan ditambah gula.
e)      Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai dalam bentuk tahu yang dikukus, dimasak untuk sup dan ditumis.
f)       Popcorn tawar.
g)      Produk olahan susu rendah lemak dan telur.
h)      Ikan seperti tuna, salmon, sarden dan makarel. Namun, hindari ikan dengan kadar merkuri tinggi seperti ikan tongkol.

Dua, menghindari makanan yang  beresiko meningkatkan kadar gula darah. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, belum puas rasanya jika menu hidangan tidak dilengkapi nasi putih. Tahukah Anda apa alasannya nasi putih tidak boleh dikonsumsi bagi penderita diabetes? Coba rasakanlah nasi putih, pasti Anda akan merasakan ada rasa manis di dalamnya. Rasa manis tersbut dihasilkan dari zat glukosa yang ada di dalamnya. Jika ingin mengkonsumsi nasi putih sebaiknya harus ditanak sampai berkali-kali agar rasa manis dan kandungan glukosanya hilang. Bagi yang ingin tetap makan nasi, nasi merah jauh lebih baik daripada nasi putih.

Selain nasi putih,ada beberapa jenis makanan lain yang harus dihindari jika ingin kadar gula darah tetap terjaga yakni:
a.       Makanan yang terbuat dari tepung terigu, seperti Roti tawar putih, pancake, mie instan, kue,
b.       Sayuran yang dimasak dengan tambahan garam, keju, mentega, dan saus dalam jumlah banyak.
c.        Buah segar tertentu, seperti Sirsak, Pisang raja dan emas, Duku, Rambutan dan Anggur, kurma, durian, semangka, kismis. Termasuk manisan buah baik basah maupun kering memiliki kandungan gula yang tinggi
d.       Sayuran kaleng yang mengandung garam tinggi.
e.        Daging berlemak.
f.        Produk susu tinggi lemak.
g.        Hati, ampela, dan organ dalam hewan lainnya.
h.       Makanan yang digoreng seperti ayam goreng, ikan goreng, pisang goreng, dan kentang goreng.
i.         Aneka snack dari olahan kentang, Popcorn kaya rasa.
j.         Kulit ayam.
Catatan penting, akan lebih baik jika kita mengonsumsi makanan buatan sendiri sehingga bisa memantau bahan baku dan tambahan apa saja yang dipakai. Zaman sekarang, banyak pedagang yang nekad menambahkan bahan – bahan berbahaya pada masakannya untuk mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan efek samping bagi kesehatan konsumen.
Tiga, mengurangi dan menghindari minuman manis (seperti teh, kopi susu yang ditambah gula), minuman soda, minuman energi, sirup, pemanis buatan.

Empat, menghindari olahraga berat, seperti Bersepeda (track jauh dan sulit), angkat besi dan berlari akan menguras banyak tenaga. Penderita diabetes memerlukan waktu yang lama untuk bisa memulihkan energinya, sehingga setelah berolahraga penderita diabet malah akan merasakan lemas dan lesu.
Jangan pernah menyepelekan aktivitas kecil seperti berjalan kaki. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berjalan kaki setiap hari akan menurunkan resiko untuk terkena diabetes hingga 30%. sesibuk apapun aktivitas kita di kantor jangan lupa untuk selalu berolah raga. Jika kesibukan tidak memungkinkan kita untuk berolah raga, maka kita bisa melakukan gerakan-gerakan sederhana ketika berada di kantor, seperti naik turun tangga, atau hanya sekedar berjalan ke toilet. Ibu rumah tangga juga bisa olahraga jalan kaki saat beli sayur di warung dekat rumah, antar dan jemput anak sekolah, pergi ke musholla / masjid, atau sekedar silaturahim ke tetangga. Jalan kaki, olahraga paling aman untuk penderita dan yang beresiko diabetes.

Lima, rutin melakukan pengecekan kadar gula darah. Hal ini penting agar kita bisa memantau kondisi kadar gula darah, jika naik langsung bisa segera diatasi agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih parah.
Apa saja jenis pengecekan kadar gula darah? Untuk melakukan deteksi dini diabetes, terdapat pemeriksaan laboratorium yang pada umumnya dilakukan yaitu sebagai berikut:
·         Tes gula darah yang mengharuskan kita puasa delapan jam sebelum pengambilan sampel darah. Tes ini sering dipakai untuk mendiagnosis pradiabetes dan diabetes.
·         Tes toleransi glukosa oral (TTGO). Dalam tes ini kita akan diberikan glukosa dalam jumlah tertentu dan dua jam kemudian, kadar gula dalam darah akan diperiksa.
·         Tes hemoglobin A1c atau glikohemoglobin. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah yang berada pada sel darah merah. Hasil tes ini dapat memberi informasi mengenai kadar gula Anda selama 2-3 bulan terakhir. Tes ini memudahkan dokter untuk mengubah obat-obatan diabetes seseorang jika diperlukan. Tidak seperti sebelumnya, kita tidak perlu menjalani persiapan khusus untuk melakukan tes ini.
·         Tes gula darah acak. Tes ini bisa dilakukan kapan saja. Oleh karena itu, kita tidak perlu melakukan persiapan khusus sebelum tes dilakukan. Karena sifatnya yang tidak mengenal waktu, pengujian ini dianggap sangat berguna karena umumnya kadar gula darah pada orang sehat tidak berbeda jauh sepanjang hari. Jika kadar gula darah kita berbeda secara signifikan, maka mungkin ada masalah kesehatan. Selain di rumah sakit, tes ini juga bisa dilakukan di rumah memakai alat tes gula darah.
Lantas, bagaimana hasil tes darah kita?
1. Kadar glukosa darah atau plasma (puasa atau setelah makan)
Bila normal (euglikemia), bila tinggi (hiperglikemia) dan rendah (hipoglikemia). Pemeriksaan terhadap kadar gula dalam darah vena pada saat pasien puasa 12 jam sebelum pemeriksaan ( GDP/ gula darah puasa/nuchter) dan 2 jam setelah makan ( post prandial).
 
Hasil pemeriksaan berulang di atas nilai normal kemungkinan menderita Diabetes Melitus . Pemeriksaan glukosa darah toleransi adalah pemeriksaan kadar gula dalam darah puasa ( sebelum diberi glukosa 75 gram oral) , 1 jam setelah diberi glukosa dan 2 jam setelah diberi glukosa . Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat toleransi tubuh terutama insulin terhadap pemberian glukosa dari waktu ke waktu.

2. Hemoglobin Glikosilat ( HbA1C)
Bisa normal atau tinggi.
Pemeriksaan dengan menggunakan bahan darah , untuk memperoleh informasi kadar gula darah yang sesungguhnya, karena pasien tidak dapat mengontrol hasil tes, dalam kurun waktu 2-3 bulan. Tes ini berguna untuk mengukur tingkat ikatan gula pada hemoglobin A(A1C) sepanjang umur sel darah merah (120 hari).
Semakin tinggi nilai A1C pada penderita DM semakin potensial beresiko terkena komplikasi. Pada penderita DM tipe II akan menunjukkan resiko komplikasi apabila A1C dapat dipertahankan di bawah 8% (hasil studi United Kingdom prospektif diabetes ). Setiap penurunan 1% saja akan menurunkan resiko gangguan pembuluh darah (mikrovaskuler) sebanyak 35%, kompikasi DM lain 21% dan menurunnya resiko kematian 21%. Kenormalan A1C dapat diupayakan dengan mempertahankan kadar gula darah tetap normal sepanjang waktu, tidak hanya pada saat diperiksa kadar gulanya saja yang sudah dipersiapkan sebelumnya ( kadar gula rekayasa penderita ). Olahraga teratur ,diet, dan taat obat adalah kuncinya.

3. Lipid serum
Bisa normal atau abnormal

4. Keton urine
Bisa negatif atau positif.

5. Glukosa sewaktu
Pemeriksaan glukosa darah tanpa persiapan persetujuan untuk melihat kadar gula darah sesaat tanpa puasa dan tanpa pertimbangan waktu setelah makan . Dilakukan untuk penjajagan awal pada penderita yang diduga DM sebelum dilakukan pemeriksaan yang sungguh-sungguh dipersiapkan misalnya nucther, setelah makan dan toleransi.

6. Fruktosamin
Merupakan gula jenis lain yaitu fruktosa selain galaktosa , sakarosa, dan lain-lain.Fruktosa ( peningkatan kadar fruktosa dalam darah ) menggambarkan adanya defisiensi enzim yang juga berpengaruh pada berkurangnya kemampuan tubuh mensintesis glukosa dari gula jenis lain sehingga terjadi hipoglikemia .Pemeriksaan fruktosamin menggunakan metode enzymatic seperti pada pemeriksaan Glukosa.

Biaya Cek Diabetes Mellitus :
Untuk melakukan deteksi dini diabetes, terdapat pemeriksaan laboratorium yang pada umumnya dilakukan yaitu sebagai berikut:
  • Glukosa Puasa
  • Glukosa 2 Jam PP
  • HbA1c (A1c)
  • Urine Lengkap / Rutin
Biaya Pemeriksaan Skrining Diabetes Mellitus dapat bervariasi tergantung dari di laboratorium mana anda melakukan pemeriksaan. Range biaya pemeriksaan skrining diabetes dengan paket diatas berkisar dari 255.000 rupiah hingga 360.000 rupiah.

Pastikan Anda mencatat tanggal tes dan hasilnya. Perhatikan pula apa saja yang Anda konsumsi atau aktivitas yang dilakukan sebelum menjalani tes itu. Konsultasikan kepada dokter tes apa yang cocok untuk Anda jalani. Tanyakan pula kepada dokter mengenai risiko atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan tes tersebut. Dengan rutin mengecek tes gula darah dan menjalani hidup sehat, Anda bisa terhindar dari efek negatif dari tinggi atau rendahnya kadar gula darah.

Lawan Diabetes
Memang, semakin banyak membaca berbagai tulisan tentang diabetes, membuat nyali jadi ciut. Diabetes bukan sembarang penyakit yang bisa diremehkan begitu saja. Nah, bagi penderita maupun siapa saja yang beresiko tinggi terkena diabetes, teruslah berjuang melawan diabetes. Caranya? Dengan terus menggali terus informasi terkini seputar diabetes. Dari tahu menjadi paham, akhirnya tergerak untuk melawan diabetes. Sangat penting jika kita bergabung bersama komunitas orang – orang yang sama – sama melawan diabetes. Selain bisa saling menguatkan semangat menjalani hidup sehat, semangat menjalani pengobatan bagi para penderita diabetes, juga sarana mudah untuk berbagi ilmu agar semakin mengerti dan memahami diabetes. Ada beberapa lembaga / perkumpulan orang – orang yang peduli diabetes di Indonesia, atau aktif bertanya di pusat kesehatan masyarakat terdekat, seperti Puskesmas, pasti ada kegiatan edukasi masyarakat tentang diabetes
 

Apa yang bisa disimpulkan dari catatan panjang di atas? Kenali gejala dan faktor resiko penyakit diabetes. Jika ternyata kita memang sedang dan telah terkena diabetes, jangan panik. Meski tidak langsung menyembuhkan, kita bisa berusaha untuk mengobati diabetes. Dan, teruslah bersemangat untuk melawan ancaman diabetes. Jangan menyerah dengan keadaan dan takdir. Diabetes? Kita lawan sampai darah penghabisan.

Artikel ini diikutsertakan pada :
Lomba Penulisan Blogger Hari Kesehatan Sedunia 2016 : Cegah, Obati dan Lawan Diabetes


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Yang Sopan Ya!