Minggu, 30 Oktober 2016

Indramayu, Wisata dan Budaya Melaju


 



Teringat seorang kawan lama, teman satu kosan dulu, ketika saya masih kuliah di IPB. Namanya Danirih. Wajahnya cantik, bertutur lembut dengan penampilan sederhana. Awalnya, saya pikir dia orang Solo karena bicaranya seperti putri keraton, pelan dan sopan. Suatu saat, dia menerima telpon dari keluarganya. Kami sekosan tergelak mendengar percakapannya, logat khas Indramayu yang medok. Jadi penasaran, ingin tahu lebih lanjut tentang Indramayu, sebuah kota yang saya ingin singgah kesana. Menjalin kembali ikatan persaudaraan dengan kawan seperjuangan di kota yang penuh kehangatan dan semarak kebudayaan, Indramayu.

 
Tak kenal maka tak sayang. Jika hanya sekedar pernah mendengar nama kota Indramayu, tak cukup untuk membuat kita berminat untuk berkunjung ke kota cantik ini. Nama Indramayu sendiri berasal dari nama Nyi Endang Darma Ayu yaitu salah satu pendiri Indramayu. Hari jadi Kabupaten Indramayu ditetapkan pada tanggal 7 Oktober 1527.

Indramayu masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Barat yang dikelilingi oleh Kabupaten Cirebon di tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Selatan, serta Kabupaten Subang di barat. Di bagian utara, Indramayu berhadapan langsung dengan Laut Jawa yang penuh pesona. Kabupaten ini terbagi dalam 33 kecamatan dengan pusat pemerintahan berada di kota Indramayu. Tapi, pusat keramaian justru berada di kecamatan Haurgeulis dan Jatibarang yang menjadi pusat pasar rakyat dengan akses mudah ke Jalur Pantura. Kedua kecamatan ini juga dilewati jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa yang menghubungkan stasiun di Cirebon dan stasiun. Stasiun kereta api terbesar berada di Jatibarang dan merupakan salah satu stasiun besar yang ada di Daerah Operasi 3 Cirebon.
Desa Rancahan Blok Plasah


Kota Indramayu juga berperan penting sebagai urat nadi perekonomian pulau Jawa karena dilalui jalur utama pantura  yang terbentang puluhan kilometer mulai dari ruas Patrol-Lohbener-Jatibarang-Kertasemaya. Saat jalur pantura padat dengan kendaraan, terutama saat lebaran dan masa liburan sekolah, ada jalur alternatif sebelah utara Indramayu yakni melalui Lohbener – Indramayu - Karangampel - Krangkeng yang menuju ke arah Cirebon. Pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur tentu sangat familiar dengan jalur ini.
Jujur, saya tidak bisa memahami percakapan warga Indramayu dengan dialeknya yang khas. Walaupun Indramayu berada di Jawa Barat yang notabene adalah tanah Pasundan yang berbudaya dan berbahasa Sunda, namun sebagian besar penduduk Indramayu mempergunakan Bahasa Cirebon dialek Indramayu, masyarakat setempat menyebutnya dengan Basa Dermayon. Dengan keunikan bahasanya, warga Indramayu mudah dikenali, dimana pun mereka berada. Menilik sejarahnya, keragaman dialek warga Indramayu dipengaruhi oleh lokasi kota ini yang oleh jalur utama pantura sehingga menjadi tempat persinggahan dan perantauan dari daerah di timur pulau Jawa. 
 Menurut budayawan Indramayu, Bapak Supali Kasim, bahasa sunda terutama dialek selatan yang masuk ke Indramayu dibawa oleh keluarga dari Bandung pada awal abad ke-20. Pengaruh bahasa mereka terlihat kuat terutama di blok Karangjaya, desa Mangunjaya, kecamatan Anjatan yang letaknya tidak jauh dari pusat perdagangan di kecamatan Patrol dan kecamatan Sukra. dalam Bahasa Cirebon dialek Indramayu tata bahasanya terbagi menjadi dua yakni Basa Besiken (dipergunakan untuk berbicara dalam tatanan resmi dan menghormati lawan bicara) dan Basa Ngoko (dipergunakan sehari-hari dalam pergaulan). Di bagian selatan dan barat daya kabupaten ini, beberapa wilayah menggunakan bahasa Sunda, mengingat sejarah kabupaten Indramayu yang dulu pernah masuk kedalam wilayah Kerajaan Galuh dan Sumedang Larang di Wilayah Selatan, sehingga mempengaruhi masyarakatnya berbahasa Sunda Khas Indramayu yang disebut Sunda Parean.
Berikut ini sebaran dialek yang berbeda di kabupaten Indramayu berdasarkan keterangan penelitian dan Peta Budaya Provinsi Jawa barat tahun 2011.
Ø  Bahasa Cirebon dialek Dermayu: Indramayu, Balongan, Juntinyuat, Kedokanbunder, Karangampel, Krangkeng, Sindang, Jatibarang, Sliyeg, Kertasemaya, Sukagumiwang, Losarang, Lelea (sebagian desa), Cantigi, Lohbener, Widasari, Tukdana, Bangodua, Cikedung, Patrol, Bongas, Gabuswetan, Kandanghaur
Ø  Bahasa Sunda: , Kandanghaur (sebagian desa), Lelea, Haurgeulis,
Ø  Wilayah dua bahasa atau wilayah percampuran Bahasa Sunda dan Bahasa Cirebon : Terisi, Kroya, Gantar, Anjatan, Sukra
Membicarakan Indramayu bukan hanya soal dialeknya yang khas. Kesenian, adat istiadatnya juga menarik untuk diketahui. Penduduk Kabupaten Indramayu merupakan campuran antara suku Sunda dan Jawa sehingga budaya yang tumbuh dan berkembang merupakan bentuk implementasi ekspresi masyarakat setempat dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga bentuk kebudayaannya merupakan merupakan akulturasi dari kedua kebudayaan tersebut. Nah, biar lebih mengenal lagi kota Indramayu, yuk kita bahas kebudayaan kota mangga ini.
 1.      Ngarot
Upacara ini sudah ada sejak abad 16 dan sampai sekarang masih di selenggarakan, terutama oleh masyarakat desa di Kecamatan Lelea setiap menjelang penggarapan sawah. Upacara ini dilaksanakan agar mendapatkan hasil pertanian yang melimpah dan upacara adat ini dilaksanakan setiap hari rabu, minggu keempat bulan November dimana pesertanya adalah para muda- mudi dengan kostum y ang khas dan aksesoris yang gemerlap.
 2.      Jaringan
Upacara kaum remaja yang bertujuan untuk mencari pasangan hidup yang dilaksanakn pada malam bulan purnama. kegiatan ini bertempat di desa parean Kecamatan kandang haur.
 3.      Ngunjung
Upacara syukuran yang dilaksanakan di kuburan - kuburan yang dianggap keramat biasanya dilaksanakan pada bulan syuro atau mulud
 4.      Mapag Tamba
Upacara yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengusir penyakit, dengan cara membawa air tambak ke dalam bungbung bambu yang berasal dari kasepuhan atau sumber untuk disiramkasan ke air yang mengalir ke sawah pada sawah yang berada di batas desa.
 5.      Mapag Sri
Upacara yang dilaksanakn dengan tujuan unutk mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta atas tibanaya masa panen, dengan cara melaksanakan pergelaran kesenian wayang kulit sehari semalam dengan lakon khusus dan biasanya dilaksanakan di balai desa.
 6.      Sedekah Bumi
Upacara yang dilaksanakan oileh petani pada saat akan turun menggarap sawahnya. biasanya dilakukan pada awal musim hujanyaitusekitar bulan oktober sampai desember. Prosesi upacara ini biasanya dimulai dari berkumpulnya masyarakat disuatu tempat dilkukan doa bersama dan setalah itu dilaksanakan upacara adat.
Warga Indramayu memiliki beberapa kesenian yang berkembang di kalangan masyarakat. Seni musik, seni tari, dan aneka pertunjukan masih sering ditampilkan di berbagai acara yang selalu disambut antusias oleh warga dan wisatawan. Kesenian apa saja yang terdapat di Indramayu? Berikut ulasannya.

a)      Tarling
Merupakan perpaduan seni musik dan lagu yang pada awalnya di tampilkan dalam bentuk nyanyian yang hanya di iringi gitar dan suling. Sejalan dengan perkembangan, kesenian tarling terkontaminasi dengan musik dangdut sehingga lahirlah kesenian tarling dangdut.
b)     Tari Topeng Dermayon
Memiliki komposisi gerak tari yang khas dan dengan kostum topeng yang berciri spesifik yang membedakan dengan tari topeng dengan daerah lain. tari topeng dermayon ini telah mendapat apresiasi yang tinggi dengan di milikinya moestro tari topeng di Indramayu yaitu ibu Rasinah.
 c)      Wayang Golek Cepak
Selain wayang kulit, Indramayu memiliki wayang golek cepak, yang merupakan bagian dari wayang purwa. Yang membedakan wayang ini dengan lainnya adalah lakon dan alur cerita, bentuk dan rupa tokohnya tidak di ambil dari pakem pawayangan.
 d)     Genjring Akrobat
Berupa aktraksi dengan media tangga, sepeda roda 1 (satu) dengan di iringi alat musik genjring/ rebana dengan di lengkapi tari rudat.
 e)      Sintren atau Lais
Inilah kesenian rakyat yang masih hidup dan berkembang, terutama di masyarakat pesisir utara. Selain nuansa magic dan kurungan ayam, yang menjadi daya tarik kesenian sintren ini adalah musik yang sangat khas berupa buyung, kendi dan bumbung/batang bambu.
 f)       Kuda Lumping
Kesenian dengan ciri khas penarinya yang menaiki kuda - kudaan yang terbuat dari kulit/lumping sambil melakukan atraksi yang berbau magis.
 g)      Berokan
Ada pendapat bahwa kata berokan berasal dari kata "barokahan" (keselamatan). Di kalangan para seniman sendiri terdapat dua pendapat tentang seni berokan ini. Pertama, bengberokan adalah warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, seorang penguasa laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu. Pendapat kedua, berokan merupakan kreasi Mbah Kuwu Pangeran Cakrabuana, ketika menyebarkan syiar Islam ke wilayah Galuh. Hal ini meniru dengan apa yang dilakukan oleh para wali, menggunakan pertunjukan sebagai media syiar agama agar dapat mudah diterima lingkungan budaya pada saat itu.Seniman Berokan yang masih bertahan sampai saat ini adalah Group mang Darwan Cs yang berada di Blok Pilangsari Desa Jatibarang baru Kecamatan Jatibarang Indramayu.
Saya, sungguh sangat ingin bisa berkunjung ke Indramayu. Tak sekedar melewatinya, karena dulu sering pulang pergi Madiun – Jakarta naik kereta, seperti halnya para pemudik yang melewati Jalur Pantura. Ternyata, Indramayu telah berkembang menjadi kota yang memiliki potensi wisata yang cukup potensial karena kekayaan alam, tradisi, seni dan budaya serta sejarah. Ingin membuat jadwal kunjungan lokasi wisata menarik di Indramayu? Berikut saya rangkumkan untuk Anda.
1.Pulau Biawak
Pulau ini sebagai objek wisata bahari dengan taman laut dan ikan hias yang indah serta terumbu karang yang asri. Pasir putih tanaman bakau dan mangrove yang cukup lengkap jenisnya, koloni biawak dan menara mercusuar yang di bangun oleh ZN. Willem pada tahun 1872 mempunyai daya tarik hyistoris terutama bagi wisatawan yang tertarik dengan bangunan - bangunan kuno. Aktivitas rekreasi yang dapat di lakukan di Pulau Biawak ini adalah selam, mancing, snorkeling dan wisata petualangan. Pulau biawak mempunyai luas 120 ha terletak 40 km sebelah utara Kota Indramayu yang dapat di jangkau dengan perahu nelayan.
 2.Pantai Eretan
Pantai ini mempunyai sejarah tersendiri. Pada tahun 1942 merupakan tempat mendaratnya tentara jepang. Pantai ini lebih populer dengan sebutan pantai LA yang berarti lemah abang yang berarti tanah merah. Pantai ini terletak ± 40 km dari Kota Indramayu, tepatnya di Desa Eretan Kecamatan Kandanghaur. Pantai ini sangat mudah ditemukan karena berdampingan dengan Jalan Pantura Jawa Barat.
 3.Pantai Tirtamaya
Salah satu tempat yang banyak di kunjungi oleh para wisata. selain sebagian pemandian yang aman juga mempunyai panorama yang indah terutama pada saat terbit dan terbenamnya matahari pantai ini terletak di Juntinyuat.


Pantai yang pernah dinobatkan sebagai pantai terbaik di Indramayu ini terletak di Kecamatan Juntinyuat, tepatnya di Desa Juntinyuat. Berjarak ± 25 km dari Indramayu kota. Akses ke lokasi wisata juga sangat mudah karena dekat dengan jalan raya Indramayu-Cirebon. Dari jalan raya ke lokasi hanya berjarak sekitar 50m. Banyak event menarik di Pantai Tirtamaya, seperti nadran (pesta laut) dan konser musik (tarling, dangdut, reggae, dan lainnya). Pantai ini juga sebagai terminal dermaga ke Pulau Biawak bagi yang menggunakan kapal boat.


4.Pantai Glayem
Pantai itu dahulu adalah pelabuhan yang biasa disinggahi oleh nelayan setempat.Bahkan ada kepercayaan masyarakat setempat yang unik. Menurut kepercayaan itu nelayan yang singgah di pelabuhan itu ikan hasil tangkapannya akan lebih laris. Selain itu rasa  ikannya juga lebih enak.

Pantai Glayem berada di Desa/Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Lokasinya sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Indramayu atau 35 kilometer dari Kota Cirebon. Tidak sulit menemukan objek wisata yang mulai dibuka pada tahun 2004 silam ini. Lokasinya hanya 500 meter dari jalur utama Cirebon-Indramayu. Jika menggunakan angkutan umum, pengunjung dari Cirebon cukup menumpang angkutan elf jurusan Cirebon-Indramayu dengan tarif Rp7000 dan waktu tempuh sekitar 35-45 menit.

 5.Pantai Balongan


Pantai ini letaknya tak jauh dari Pantai Tirtamaya, berjarak sekitar 10 km. Tepatnya di desa Balongan Kecamatan Balongan. Seperti halnya Pantai Tirtamaya, Pantai Balongan Indah cukup landai dan memiliki ombak yang tenang. Masyarakat Indramayu lebih mengenalnya dengan sebutan Pantai Bali, akronim dari balongan indah. Karena karakter ombak yang bersahabat, di pantai ini kita bebas melakukan olahraga air. Pantai Balongan Indah ini berdekatan dengan Kilang Minyak Pertamina UP VI Balongan. Ketika malam hari, akan didapati pemandangan indah pendar cahaya lampu-lampu dari pabrik minyak ter-modern se-Asia Tenggara tersebut.
6.Situ Bojong Sari
Merupakan lokasi wisata yang ada di pusat kota Indramayu yang mempunyai luas 6,5 ha.  Situ ini memiliki luas permukaan air ± 6ha yang di lengkapi dengan sarana wisata air seperti water boom, sepeda air, perahu wisata dan olah raga dayung. situ bojong sari ini juga cocok untuk aktivitas mancing dan berkemah.
7.Situ Bolang
Terletak di desa Jatisura Kecamatan cikedung ± 20 km dari kota Indramayu dan Situ bolang ini merupakan salah satu wisata alternatif dengan suasana nyaman dan tenang yang di dukung nuansa pedesaan dengan panorama pesawahan dan pepohonan, memiliki luas 74 ha
 8.Situ Brahim
Situ ini terletak di desa babadan Kecamatan sindang.

9.Waduk Cipancuh
Waduk yang terletak di cipancuh Kecamatan haurgelis.
10.Koloni Kera Banjar
Objek wisata ini terletak di desa bulak Kecamatan jatibarang sekitar 17 km dari kota Indramayu dan objek ini banyak di kunjungi wisatawan karena keunikannya yaitu terdapat koloni kera yang sejak jaman dahulu sampai sekarang berjumlah 41 ekor.
11.Hutan Kayu Putih
Sebagai daerah yang banyak hutan kayu putih Kabupaten Indramayu memiliki obyek Wisata Agro yang menarik yang terletak di Kecamatan Cikedung, di mana dapat di lihat mulai dari proses penanaman, pemeliharaan sampai produksi kayu putih berupa minyak kayu putih. Wisata agro lainnya di Desa Cemara Kecamatan Losarang dan Desa Cangkring.
 12.Situs Makam Raden Arya Wiralodra
Raden Arya Wiralodra merupakan pendiri kota Indramayu. Makam wiralodra ini terletak di Desa Sindang (lapangan krapyak) Kecamatan sindang sekitar 500 m sebelah barat Pendopo Kabupaten Indramayu.
 13.Situs Makam Selawe
Situs ini terletak di Desa Dermayu Kecamatan Sindang sekitar 1 km dari pusat kota Indramayu. Di makam selawe tersebut terdapat makam Pangeran Guru dari Palembang, salah seorang penantang Nyi Endang Darma juga 24 makam muridnya.
 14.Situs Makam Buyut Tambi
Situs makam ini berada di DesaTambi Kecamatan Sliyeg. sekitar 20 km dari kota Indramayu 
 15.Alun-alun
Merupakan Pusat Kota atau biasa disebut Alun-alun, sekaligus sebagai pusat penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan pada sore hari kawasan ini menjadi ramai..
16.Tugu Kijang atau Bunderan Kijang
Berdiri tegak di persimpangan jalan masuk kota Indramayu dari arah Cirebon, merupakan gambaran sejarah dari Kijang emas yang menuntun Raden Aria Wiralodra dan menunjukkan arah letak lembah Cimanuk yang menjadi cikal bakal Kabupaten Indramayu.
17.Tugu Mangga
Terletak dipersimpangan lima jalan masuk kota Indramayu dari arah Jakarta. Tugu ini menggambarkan bahwa Kota Indramayu sebagai penghasil mangga yang menjadi trade mark Kabupaten Indramayu.
 18.Masjid Agung
Merupakan karya arsitek beretnis China dimana Masjid Agung ini terletak di pusat Kota berdampingan dengan Pusat Pemerintahan/ Pendopo Indramayu.
 19.Kilang Minyak Balongan
Merupakan sumber minyak dan gas yang terletak + 6 KM dari pusat kota Indramayu, yang dikelola oleh Pertamina UP VI. Sebagai tempat proses pengolahan minyak mentah menjadi bensin, solar, minyak tanah dan lainnya adalah merupakan daya tarik untuk melakukan wisata Iptek (Ilmu Pengetahuan & Teknologi) ke Indramayu. Keberadaan potensi minyak dan gas di Indramayu telah diprediksi oleh Raden Aria Wiralodra yang ditulis dalam Bahasa Sangsekerta dan kini tertuang dalam Prasasti Aria Wiralodra.
Setelah puas berwisata dan menikmati sajian budaya, pastilah perut mulai keroncongan. Nah, untuk melengkapi liburan di Indramayu, berikut daftar beberapa tempat Wisata Kuliner yang menarik. Dan, jangan sampai anda melewatkannya ketika berada disini.
a. Kecamatan Indramayu
Kuning Ayu, Panorama, Cibiuk, Pringgading
b. Kecamatan Juntinyuat
Perdut/Glayem; Mina Ayu, Samudra, Sisi Laut, Mang Rum
c. Kecamatan Karangampel
Perahu
d. Kecamatan Jatibarang
Kampung Rasa
e. Kecamatan Lelea
Pesona Liyep, Pedesan Entog
f. Kecamatan Kandanghaur
Pesona Laut, Abah, As-Safiq, Rawud)

Jenis Kuliner di Indramayu mempunyai cita rasa tersendiri meskipun hampir sama dengan kuliner Cirebon. Berikut jenis kuliner yang khas dan mudah dijumpai di Kabupaten Indramayu, antara lain Pedesan Entog; Soto, Burbacek (Bubur Rumbah Cecek); Rumbah; Koci; Nagasari, Nasi Lengko, Dodol Mangga; Kripik Mangga; dan sebagainya.
 Jika berkunjung ke Indramayu, kita tak perlu risau bila tidak bisa menumpang sementara di rumah saudara atau sahabat. Di kota ini telah berdiri puluhan hotel dan penginapan yang siap memberikan pelayanan kepada pengunjung, kapan saja diperlukan, dengan harga yang terjangkau. Keberadaan hotel dan penginapan ini telah menjadi fasilitas penunjang kepariwisataan yang penting bagi Indramayu. Untuk memudahkan pengunjung, berikut daftar nama dan alamat hotel atau penginapan di Indramayu.
1. Hotel New Trisula (Jl Panjaitan No 77 Indramayu)
2. Hotel Wiwi Perkasa !  (Jl Tridaya No 2 Indramayu)
3.Hotel Wiwi Perkasa 2 (Jl DI Panjaitan Indramayu)
4. Hotel Prima (Jl Panjaitan No 56 Indramayu)
5. Hotel Handayani (Jl Kembar – Bojongsari Indramayu)
6. Hotel Garuda 1 ( Bunderan Kijang Indramayu)
7.Hutel Garuda 2 (Jl Sudirman Indramayu)
8.Hotel Garuda 3 (Bunderan kijang Indramayu)
9. Wisma Rini (Jl. Sudirman Indramayu)
10. Penginapan Kopsuka (Jl MT Haryono Indramayu)
11. Hotel Banjarsari (Jl Banjar Jatibarang)
12.. Hotel Prambanan (Jl Siliwangi Jatibarang)
13.Hotel Aneka Baru (Jl Siliwangi Jatibarang)
14.Hotel Sejahtera Abadi (Jl Raya Bulak Jatibarang)
15.Hotel Sederhana Baru (Jl Tuparev Jatibarang)
16.Hotel Flamingo (Jl By Pass Losarang- Ds Santing – Kec gLosarang)
17.Hotel Bunga Indah (Jl By Pass Losarang)
18.Hotel Sariratu (Jl Raya Santing – Losarang)
19.Hotel Dharma Wisata (Jl Raya Patrol Kecamatan Sukra)
20.Hotel Tirtaloka (Jl Tirtaloka Haurgeulis)
21.Penginapan Purnama (Jl Jati – Haurgeulis)
22..Penginapan Sampurna (Jl Desa Sukajati- Haurgeulis).
 Bersyukurlah warga Indramayu yang memiliki banyak tempat olahraga sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badan. Bukan tanpa tujuan, pembangunan sarana olahraga selain bisa dipergunakan oleh warga masyarakat, juga sebagai tempat pelaksanaan berbagai pertandingan cabang olahraga. Terbukti Kabupaten Indramayu berhasil dan sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan PORDA IX tahun 2003. Sarana apa saja yang tersedia di kota ini? Ternyata ada banyak sekali. Ada Lapangan Sepak Bola Tridaya yang luas. Gedung Olahraga Darma Ayu dan Singalodra, yang bisa digunakan untuk beragam cabang olahraga. Atlit atletik bisa menggunakan lapangan Madya Atletik. Yang hobi renang maupun yang sudah jadi atlet, bisa berenang sepuasnya di Kolam Renang Tirta Kencana. Olahraga squash pun memiliki gedung sendiri, sebuah cabang olahraga yang masih dikenal banyak warga. Cabang bola voly, termasuk Voly Pantai, juga sudah disediakan lapangan khusus. Ingin berkuda dengan bebas? Telah dibangun lapangan Hockey yang cukup memadai.  Pemerintah juga menyiapkan lapangan Tenis Lantai (Pemda dan Pelti), Sarana Dayung Bojongsari dan Lapangan Bola Basket. Pertamina, sebagai salah satu BUMN terbesar di Indramayu juga membangun sarana olahraga untuk umum berupa GOR, Kolam Renang, Lapangan Bola dan Lapangan Tenis Pertamina. Dan, ada lagi sebuah Sport Center yang bisa digunakan siapa saja untuk sekedar berolahraga ringan hingga berat.

Indramayu bangkit dan mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai kota yang layak untuk diperhitungkan di kancah nasional dan internasional. Budaya yang unik dan menarik, kekayaan alam yang melimpah, dan kehidupan sosial yang beragam telah menjadi daya tarik tersendiri, baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal ini tak terlepas dari usaha dan kerja keras seluruh pimpinan dan staf pemerintahan kabupaten Indramayu, yang saat ini dinakhodai oleh Bupati Ibu Hj. Ana Shopanah dan wakilnya Bapak H. Supendi. 
Nah, sudah panjang lebar artikel ini mengajak kita semakin mengenal Kabupaten Indramayu. Apalah artinya sering pergi rekreasi ke luar negeri, padahal di dekat kita ada begitu banyak pesona wisata yang mungkin belum semua kita sentuh. Jangan hanya melewati Indramayu dalam perjalanan. Singgah dan nikmati sajian budaya dan wisata alam yang menarik di Indramayu.
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Indramayu Kota Budaya yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Indramayu yang ke-489 yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2016 dan Milad Komunitas Blogger Indramayu yang ke-3 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2016.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Yang Sopan Ya!